KOMPOS

2010
09.28

Dari dedaunan kompos sampah

Kompos jerami padi Dari

Kompos adalah penguraian parsial Hasil / regular tidak Lengkap Dari Campuran Bahan-Bahan organik dapat dipercepat Yang Dibuat Secara artifisial populasi berbagai macam kondisi SRB KESAWAN Lingkungan Yang Hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi Dari JH Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses Dimana Bahan organik mengalami penguraian Secara biologis, khususnya SRB SRB-Dibuat Yang memanfaatkan Bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses Alami kompos tersebut agar-agar terbentuk lebih Cepat dapat. Proses Membuat Suami meliputi Campuran Bahan Yang seimbang, cukup udara pemberian yang, mengaturan aerasi, Pengurangan dan aktivator pengomposan.

Sampah terdiri Dari doa Name of, yaitu organik dan anorganik Name of. Rata-rata Batas Bahan organik sampahmencapai ± 80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan sesuai yang. Kompos Sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya Aset Yang sampah organik dibuang ke Tempat pembuangan Penambahan dan menyebabkan terjadinya polusi dan bau ke lepasnya gas metana Udara. DKI Jakarta menghasilkan sampah 6000 ton harinya terkait masih berlangsung, di mana sekitar 65%-nya adalah sampah organik. Dan tersebut Aset Dari, 1400 ton dihasilkan Dibuat seluruh pasar Yang ADA di Jakarta, di mana 95%-nya adalah sampah organik. Melihat besarnya sampah organik Masyarakat Yang Dibuat dihasilkan, terlihat Potensi untuk mengolah sampah organik menjadi Pupuk organik demi kesejahteraan dan kelestarian Lingkungan Masyarakat (Rohendi, 2005).

Pendahuluan

Secara Alami Bahan-Bahan organik akan mengalami penguraian di alam Artikel Baru Lainnya SRB maupun biota bantuan Tanah. Namun proses pengomposan Secara Alami Yang terjadi berlangsung lama dan lambat. Untuk mempercepat proses pengomposan BANYAK Suami telah dikembangkan Teknologi-Teknologi pengomposan. Baik pengomposan Artikel Baru Teknologi Sederhana, sedang, maupun Teknologi Tinggi. PADA prinsipnya pengembangan Teknologi pengomposan didasarkan PADA proses penguraian Bahan organik Yang terjadi Secara Alami. Proses penguraian dioptimalkan sedemikian rupa sehingga pengomposan dapat Berjalan Artikel Baru lebih Cepat dan efisien. Teknologi pengomposan Saat Suami menjadi parts Sangat Artinya terutama untuk mengatasi permasalahan limbah organik, Pembongkaran untuk mengatasi Masalah sampah di kota-kota Besar, limbah industri organik, Anak perusahaan Subsidiaries Serta limbah dan pertanian.

Teknologi pengomposan sampah Sangat beragam, Baik Secara aerobik maupun anaerobik, atau aktivator pengomposan Artikel Baru Tanpa. Aktivator pengomposan Yang Sudah BANYAK distributes ANTARA Promi lain (Mempromosikan Mikroba), OrgaDec, SuperDec, ActiComp, Biopos, EM4, Green Phoskko Organic dekomposer dan SUPERFARM (Effective Microorganism) menggunakan Cacing atau guna mendapatkan kompos (kascing). Terkait masih berlangsung aktivator memiliki keunggulan Sendiri-Sendiri.

Secara pengomposan aerobik pagar perlengkapan BANYAK, KARENA Mudah dan murah untuk dilakukan, Serta terangkan regular tidak membutuhkan proses Yang Very Terlalu. Bahan dekomposisi dilakukan Dibuat mikroorganisme di KESAWAN Bahan ITU bantuan Sendiri Udara Artikel Baru. Sedangkan pengomposan anaerobik memanfaatkan mikroorganisme Secara regular tidak membutuhkan KESAWAN Yang Udara mendegradasi Bahan organik.

Hasil Penambahan pengomposan Dari Suami merupakan Bahan Yang Sangat dibutuhkan untuk kepentingan Tanah-Tanah pertanian di Indonesia, sebagai Upaya untuk memperbaiki Sifat kimia, FISIKA dan biologi Tanah, sehingga Produksi Tanamanmenjadi lebih Tinggi. Yang dihasilkan Dari kompos sampah pengomposan dapat perlengkapan untuk menguatkan ring Keterangan Lahan, menggemburkan Dilaporkan Tanah pertanian, menggemburkan Dilaporkan petamanan Tanah, sebagai Bahan Penutup sampah di TPA, eklamasi Pantai pasca Penambangan, dan sebagai media Tanaman, Serta mengurangi penggunaan Pupuk kimia.

Bahan baku pengomposan adalah * Semua bahan orgaengandung Karbon dan nitrogen, HEWAN koreksi medan Pembongkaran, sampah hijauan, sampah kota, lumpur cair dan limbah industri pertanian. Berikut reklasifikasi / Bahan-Bahan Yang Umum dijadikan Bahan baku pengomposan.

Asal Bahan
1. Pertanian
Limbah dan residu Tanaman Sekam padi dan jerami, gulma, batang dan tongkol jagung, * Semua Name of vegetatif Tanaman, batang kelapa dan pisang Sabut
Limbah & residu Ternak Koreksi medan padat, limbah cair Ternak, Ternak pakan limbah, cairan biogas
Tanaman udara Azola, udara ganggang biru, enceng gondok, gulma
2. Industri
Limbah Padat Serbuk gergaji kayu, blotong, Kertas, ampas tebu, limbah kelapa sawit, Pengalengan HEWAN food limbah dan pemotongan
Limbah cair Alkohol, Kertas Pengolahan limbah, Ajinomoto, Pengolahan limbah Minyak kelapa sawit
3. Limbah rumah Tangga

Tension-jenis dan kompos

  • Cacing kompos (kascing), kompos yaitu Yang terbuat Dari Bahan organik Yang Dibuat Cacing dicerna. Yang menjadi Pupuk adalah koreksi medan Cacing tersebut.
  • bagase kompos, yaitu Yang terbuat Dari ampas tebu Pupuk SISA penggilingan tebu di Pabrik gula.
  • Kompos bokashi.

Manfaat kompos

Kompos memperbaiki ring Artikel Baru Tanah meningkatkan kandungan Bahan organik Tanah dan akan meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan Tanah Tanah kandungan udara. Aktivitas SRB Tanah Tanaman Yang bermanfaat BAGI kompos akan meningkat Pengurangan Artikel Baru. Aktivitas SRB Suami membantu Tanaman untuk menyerap Unsur hara Dari Tanah. Aktivitas SRB Tanah Juga diketahui dapat membantu Tanaman menghadapi Serangan penyakit.

Tanaman dipupuk kompos Artikel Baru Yang Juga cenderung lebih Baik kualitasnya small Tanaman Yang dipupuk Artikel Baru kimia pupuk, Misal: Hasil Panen disimpan lebih tahan, vehicles lebih, lebih segar, dan lebih enak.

Kompos memiliki BANYAK Manfaat Yang ditinjau Dari Aspek beberapa:

Aspek Ekonomi:

  1. Menghemat biaya untuk Transportasi dan penimbunan limbah
  2. Mengurangi volume / ukuran limbah
  3. Memiliki Nilai Yang lebih Tinggi Dari jual PADA Bahan asalnya

Aspek Lingkungan:

  1. Mengurangi polusi Udara KARENA pembakaran limbah dan pelepasan gas metana Dari Yang sampah organik membusuk akibat bakteri metanogen sampah di Tempat pembuangan
  2. Mengurangi kebutuhan Lahan untuk penimbunan

Aspek BAGI Tanah / Tanaman:

  1. Meningkatkan kesuburan Tanah
  2. Memperbaiki ring dan karakteristik Tanah
  3. Meningkatkan kapasitas penyerapan udara Dibuat Tanah
  4. Meningkatkan aktivitas Tanah SRB
  5. Meningkatkan Hasil Panen KUALITAS (rasa, Nilai gizi, Panen dan Aset)
  6. Menyediakan hormon dan vitamin BAGI Tanaman
  7. Menekan pertumbuhan / Tanaman Serangan penyakit
  8. Meningkatkan ditambah hutang / ketersediaan hara di KESAWAN Tanah

Peran Bahan organik terhadap Sifat Fisik Tanah diantaranya merangsang granulasi, Tanah aerasi memperbaiki, meningkatkan kemampuan menahan dan udara. Peran Bahan organik Sifat biologis terhadap aktivitas mikroorganisme adalah meningkatkan Tanah Yang berperan PADA fiksasi nitrogen dan transfer tertentu Pembongkaran hara N, P, dan S. Peran Bahan organik terhadap Sifat Kimia Tanah adalah meningkatkan kapasitas kation Tanaman sehingga mempengaruhi serapan hara Dibuat Fasilitas penyelesaian (Gaur, 1980 ).

Beberapa studi telah dilakukan kompos Manfaat Tanaman Berlangganan BAGI Tanah dan pertumbuhan. PENELITIAN Abdurohim, 2008, menunjukkan bahwa kompos memberikan peningkatan lebih PADA Kadar Kalium Tanah Tinggi Dari PADA kaliumdisediakan Yang Pupuk NPK, namun Kadar fosfor regular tidak menunjukkan penyusutan NPK Artikel Baru Yang Nyata. Suami hal menyebabkan pertumbuhan Tanaman Yang ditelitinya ITU ketika, caisin (Brassica oleracea), menjadi lebih Baik dibandingkan Artikel Baru NPK.

Hasil PENELITIAN Handayani, 2009, berdasarkan Hasil uji Duncan, Pupuk Cacing (kascing) memberikan pertumbuhan Hasil Yang Terbaik PADA pertumbuhan bibit Salam (Eugenia polyantha Wight) PADA media subsoil Tanam. Indikatornya terdapat PADA diameter batang, dan sebagainya. Hasil PENELITIAN Juga menunjukkan bahwa PenguranganPupuk anorganik regular tidak memberikan Efek ekuitas Apapun PADA pertumbuhan bibit, media mengingat media merupakan lapisan tanah Tanam Tanam Artikel Baru pH Yang rendah sehingga penyerapan hara regular tidak optimal. Pemberian kompos Menambah Bahan organik akan meningkatkan kapasitas sehingga Tanah Fasilitas penyelesaian kation dan Tanah mempengaruhi serapan hara Tanah Dibuat, masam walau keadaan Tanah KESAWAN.

KESAWAN sebuah artikel Yang diterbitkan Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor menyebutkan bahwa bagase kompos (kompos Yang Dibuat Dari ampas tebu) Yang Tanaman tebu PADA diaplikasikan (Saccharum officinarum L) meningkatkan penyerapan nitrogen Secara signifikan Penghasilan kena pajak Tiga bulan pengaplikasian dibandingkan degan Yang Tanpa kompos, namun peningkatan regular tidak ADA Yang berarti terhadap penyerapan fosfor, kalium, dan sulfur. Penggunaan kompos bagase Artikel Baru Pupuk anorganik Secara regular tidak bersamaan meningkatkan Laju pertumbuhan, Tinggi, Dari batang dan diameter, namun diperkirakan dapat meningkatkan rendemen gula tebu KESAWAN.

Dasar-ditempatkan pengomposan

Bahan-Bahan Yang Dapat Dikomposkan

PADA dasarnya * Semua Bahan-Bahan organik padat dapat dikomposkan, misalnya: limbah organik rumah Tangga, sampah-sampah organik pasar / kota, Kertas, koreksi medan / limbah Peternakan, limbah-limbah pertanian, limbah-limbah agroindustri, limbah Pabrik Kertas, Pabrik gula limbah , limbah Pabrik kelapa sawit, dll. Bahan organik untuk dikomposkan Yang Very ANTARA lain: rambut dan Tulang, tanduk,.

Proses pengomposan

Proses pengomposan akan berlansung dicampur Segera Mentah Penghasilan kena pajak Bahan-Bahan. Proses pengomposan Secara Sederhana dapat dibagi menjadi doa Tahap, yaitu Tahap Aktif dan Tahap pematangan. Selama Tahap-Tahap akhir proses, oksigen dan majemuk-majemuk Yang Mudah mesofilik akan Segera Dibuat dimanfaatkan terdegradasi SRB. Suhu tumpukan kompos akan meningkat Artikel Baru Cepat. Demikian pula akan diikuti peningkatan Artikel Baru pH kompos. Suhu akan meningkat hingga di tetap Permanent 50o – 70o C. Suhu akan Tetap Tinggi selama julian tertentu. SRB Yang Aktif PADA kondisi Suami adalah Termofilik SRB, SRB Yang Tinggi yaitu Aktif PADA SUHU. PADA Suami Saat terjadi dekomposisi / penguraian Bahan organik Yang Sangat Aktif. SRB-SRB di kompos KESAWAN Artikel Baru menggunakan oksigen akan menguraikan Bahan organik menjadi udara panas dan CO2, UAP. Penghasilan kena pajak Besar Bahan sebagian telah terurai, Maka SUHU akan berangsur-angsur mengalami penurunan. PADA Suami Saat terjadi pematangan kompos tingkat Lanjut, pembentukan komplek liat humus yaitu. Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume maupun biomassa Bahan. Equity Suami dapat mencapai 30 – 40% Dari volume / Bobot Bahan akhir.

Skema Proses pengomposan aerobik

Proses pengomposan dapat terjadi Secara aerobik (menggunakan oksigen) atau anaerobik (regular tidak ADA oksigen). Proses Yang dijelaskan sebelumnya adalah proses aerobik, Dimana SRB menggunakan oksigen KESAWAN proses dekomposisi Bahan organik. Proses dekomposisi dapat Juga terjadi Tanpa menggunakan oksigen Yang disebut proses anaerobik. Namun, proses Suami regular tidak diinginkan, selama KARENA bau proses pengomposan Yang akan dihasilkan regular tidak sedap. Proses anaerobik akan menghasilkan majemuk-majemuk Yang regular tidak berbau sedap, Pembongkaran: asam-asam organik (asam asetat, asam butirat, asam valerat, puttrecine), amonia, dan H2S.

Gambar profil SUHU dan populasi SRB selama proses pengomposan

biota Tabel Yang KESAWAN terlibat proses pengomposan

Kelompok Organisme Organisme Jumlah / gr kompos
Mikroflora Bakteri; Aktinomicetes; kapang 109 – 109, 105 108, 104-106
Mikrofanuna Protozoa 104-105
Makroflora Jamur tingkat Tinggi
Makrofauna Cacing Tanah, rayap, semut, kutu, dll

Proses pengomposan tergantung PADA:

  1. Karakteristik Bahan Yang dikomposkan
  2. Aktivator pengomposan Yang dipergunakan
  3. Metode pengomposan Yang dilakukan

Faktor Yang mempengaruhi proses pengomposan

Terkait masih berlangsung biota pendegradasi Bahan organik membutuhkan kondisi Lingkungan dan Bahan Yang berbeda-beda. Apabila kondisinya sesuai, Maka dekomposer tersebut akan bekerja Giat mendekomposisi limbah organik untuk padat. Apabila kondisinya Kurang regular tidak sesuai atau sesuai, Maka biota tersebut akan dorman, Jumlah Tempat Pindah ke, atau bahkan mati. Yang Menciptakan kondisi yang optimal untuk menentukan keberhasilan proses pengomposan Sangat Sendiri ITU proses pengomposan.

Faktor-faktor Yang memperngaruhi proses pengomposan ANTARA lain:

Rasio C / N Rasio C / N Yang tersebut berlaku untuk proses pengomposan berkisar ANTARA 30: 1 hingga 40:1. SRB memecah majemuk C sebagai sumber energi dan menggunakan N untuk sintesis protein. PADA rasio C / N di ANTARA 30 s / d 40 SRB mendapatkan cukup C untuk energi dan N untuk sintesis protein. Apabila rasio C / N Terlalu Tinggi, SRB akan kekurangan N untuk sintesis protein sehingga dekomposisi lambat Berjalan.

Umumnya, Masalah Utama adalah PADA pengomposan rasio C / N Tinggi yang, terutama jika Bahan Bahan utamanya adalah Yang mengandung Kadar Tinggi kayu (kayu gergajian SISA, ranting, ampas tebu, dsb). Untuk menurunkan rasio C / Khusus diperlukan perlakuan N, misalnya menambahkan mikroorganisme selulotik (Toharisman, 1991) menambahkan koreksi medan Artikel Baru HEWAN KARENA HEWAN atau koreksi medan nitrogen majemuk mengandung BANYAK.

Ukuran partikel Aktivitas SRB berada diantara permukaan area dan Udara. Permukaan daerah Yang lebih Luas akan meningkatkan ANTARA Kontak SRB Artikel Baru Bahan dan proses dekomposisi akan lebih Cepat Berjalan. Ukuran partikel Juga menentukan besarnya Ruang Antar Bahan (porositas). Untuk meningkatkan Luas permukaan dapat dilakukan Artikel Baru memperkecil ukuran partikel Bahan tersebut.

Aerasi pengomposan dapat Cepat Yang terjadi kondisi KESAWAN Yang cukup oksigen (aerob). Secara Alami aerasi akan terjadi PADA Saat terjadi peningkatan SUHU Yang menyebabkan Udara Keluar Hangat Udara dan Yang lebih Dingin Masuk ke tumpukan kompos KESAWAN. Aerasi ditentukan Oleh posiritas Bahan dan kandungan udara (kelembaban). Apabila aerasi terhambat, Maka akan terjadi proses anaerob Yang akan menghasilkan bau Yang regular tidak sedap. Aerasi ditingkatkan Artikel Baru dapat melakukan pembalikan atau mengalirkan Udara di tumpukan kompos KESAWAN.

Porositas porositas adalah Ruang diantara partikel kompos KESAWAN di tumpukan. Artikel Baru dihitung porositas mengukur volume Rongga Artikel Baru dibagi total volume. Rongga-Rongga Suami Dibuat Udara akan diisi dan udara. Udara akan mensuplay Oksigen untuk proses pengomposan. Apabila Rongga udara dijenuhi Dibuat, Maka pasokan oksigen akan berkurang dan proses pengomposan akan terganggu Juga.

Kelembaban (Moisture content) Kelembaban memegang MENJAGA LOYALITAS Yang Sangat parts KESAWAN proses metabolisme SRB dan Secara regular tidak Langsung suplay oksigen PADA berpengaruh. Mikrooranisme dapat memanfaatkan Bahan organik Bahan organik tersebut apabila larut di KESAWAN udara. Kelembaban 40 – 60% adalah Kisaran SRB untuk metabolisme optimal. Apabila kelembaban di Bawah 40%, aktivitas SRB akan mengalami penurunan dan akan lebih rendah Lagi PADA kelembaban 15%. Apabila kelembaban lebih Besar Dari 60%, hara akan tercuci, volume Udara berkurang, akibatnya aktivitas SRB akan menurun dan akan terjadi fermentasi anaerobik regular tidak menimbulkan bau sedap yang.

Suhu / SUHU Panas dihasilkan Dari aktivitas SRB. Ada sales Langsung SUHU ANTARA peningkatan konsumsi oksigen Artikel Baru. Semakin Tinggi suhu akan semakin BANYAK konsumsi oksigen dan akan semakin Cepat pula proses dekomposisi. Peningkatan dapat terjadi SUHU Artikel Baru Cepat PADA tumpukan kompos. Suhu berkisar Yang ANTARA 30 – 60oC menunjukkan aktivitas pengomposan Yang Cepat. Suhu Yang lebih Tinggi Dari 60oC akan membunuh sebagian SRB dan SRB Hanya thermofilik Saja Tetap Hidup akan bertahan yang. Suhu Yang Tinggi Juga akan membunuh SRB-SRB patogen Tanaman gulma dan benih-benih.

pH Proses pengomposan dapat terjadi PADA Kisaran pH Yang Lebar. Yang pH optimum untuk proses pengomposan berkisar ANTARA 6,5 Sampai 7,5. pH koreksi medan Ternak umumnya berkisar 6,8 hingga 7,4 ANTARA. Proses pengomposan Sendiri akan menyebabkan perubahan PADA Bahan organik dan pH Bahan ITU Sendiri. Sebagai contoh, proses pelepasan asam, Secara lokal Company atau, akan menyebabkan penurunan pH (pengasaman), sedangkan Produksi amonia Dari majemuk-majemuk Yang mengandung nitrogen akan meningkatkan pH pengomposan PADA akhir fase-fase. pH kompos Yang Sudah Matang biasanya mendekati netral.

Kandungan Hara Kandungan P dan K Juga parts KESAWAN proses pengomposan dan bisanya terdapat di KESAWAN Peternakan Dari kompos-kompos. Hara akan dimanfaatkan Suami SRB Dibuat selama proses pengomposan.

Kandungan Bahan Berbahaya Beberapa Bahan Yang organik mungkin mengandung Bahan-Bahan berbahaya BAGI kehidupan SRB. Logam-logam vehicles Pembongkaran Mg, Cu, Zn, Nickel, Cr adalah beberapa Bahan Yang termasuk Kategori Suami. vehicles Logam-logam akan mengalami imobilisasi selama proses pengomposan.

Lama pengomposan Lama julian pengomposan tergantung karakteristik PADA Bahan dikomposakan yang, pengomposan Yang dipergunakan metode dan Artikel Baru Tanpa Pengurangan atau aktivator pengomposan. Secara Alami pengomposan akan berlangsung Minggu KESAWAN beberapa julian Sampai 2 years kompos hingga Matang Benar-Benar.

Tabel Kondisi Yang optimal untuk mempercepat proses pengomposan (Ryak, 1992)

Kondisi Konsisi Yang Bisa diterima Ideal
Rasio C / N 20:01 s / d 40:1 25-35:1
Kelembaban 40-65% 45 – 62% Berat
Konsentrasi oksigen Tersedia > 5% > 10%
Ukuran partikel 1 inchi bervariasi
Bulk Density £ 1000 / cu yd £ 1000 / cu yd
pH 5,5-9,0 6,5-8,0
Suhu 43 – 66oC 54-60oC

Strategi mempercepat Proses pengomposan

Pengomposan dapat dipercepat Artikel Baru beberapa strategi. Secara Umum strategi untuk mempercepat proses pengomposan dapat dikelompokan menjadi Tiga, yaitu:

  1. Menanipulasi kondisi / faktor-faktor Yang PADA berpengaruh proses pengomposan.
  2. Menambahkan Organisme Yang dapat mempercepat proses pengomposan: pendegradasi SRB Bahan organik dan vermikompos (Cacing).
  3. Menggabungkan strategi Pertama dan kedua.

Memanipulasi Kondisi pengomposan

Suami Strtegi BANYAK dilakukan di akhir-akhir berkembangnya Teknologi pengomposan. Kondisi atau faktor-faktor pengomposan Dibuat mungkin seoptimum. Sebagai contoh, rasio C / N Yang 25-35:1 adalah optimal. Untuk Membuat kondisi Suami Bahan-Bahan Yang mengandung rasio C / N Tinggi dicampur Bahan Artikel Baru Yang mengandung rasio C / N rendah, Ternak koreksi medan Pembongkaran. Bahan Ukuran Yang Besar-Besar dicacah sehingga ukurannya cukup Kecil dan ideal untuk proses pengomposan. Terlalu Bahan Yang Kering Bahan Transaksi udara atau diberi Yang Terlalu Basah at dikeringkan terlebih dahulu proses pengomposan. Demikian pula untuk faktor-faktor Lainnya.

Menggunakan aktivator pengomposan

Strategi Yang lebih maju adalah memanfaatkan biota Artikel Baru Yang dapat mempercepat proses pengomposan. Organisme Yang Sudah BANYAK dimanfaatkan misalnya Cacing Tanah. Proses pengomposannya disebut vermikompos dan kompos Yang sebutan kascing dikenal Artikel Baru dihasilkan. Organisme Yang lain adalah SRB BANYAK dipergunakan, Baik bakeri, aktinomicetes, maupuan kapang / cendawan. Saat Suami dipasaran BANYAK Sekali distributes aktivator-aktivator pengomposan, misalnya:Green Phoskko, Promi, OrgaDec, SuperDec, ActiComp, EM4, Stardec, starbio,Biopos, dan lain-lain.

Promi, OrgaDec, SuperDec, dan ActiComp adalah Balai PENELITIAN PENELITIAN Hasil Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) dan Suami Saat BANYAK telah dimanfaatkan Masyarakat Dibuat. Aktivator pengomposan menggunakan SRB-Suami SRB Yang terpilih memiliki kemampuan Tinggi KESAWAN mendegradasi limbah-limbah padat organik, yaitu:Trichoderma pseudokoningii, Cytopaga sp, Trichoderma harzianum, Pholyota sp, Agraily sp dan FPP (fungi pelapuk putih). Suami SRB bekerja Aktif PADA SUHU Tinggi (termofilik). Aktivator Yang dikembangkan Dibuat BPBPi regular tidak memerlukan Transaksi Bahan-Bahan lain dan Tanpa pengadukan Secara Berkala. Namun, kompos perlu ditutup / sungkup untuk mempertahankan SUHU kelembaban dan agar-agar proses Berjalan Cepat dan pengomposan yang optimal. Pengomposan dapat dipercepat hingga 2 Minggu untuk Bahan-Bahan lunak / Cari Syarat masuk hingga dikomposakan 2 bulan untuk Bahan-Bahan Keras / dikomposkan Very.

Memanipulasi Kondisi dan Menambahkan aktivator pengomposan

Strategi proses pengomposan Yang Saat Suami BANYAK dikembangkan adalah mengabungkan strategi doa di Atas. Kondisi pengomposan Dibuat Artikel Baru seoptimal mungkin menambahkan aktivator pengomposan.

Pertimbangan untuk menentukan strategi pengomposan

Seringkali regular tidak dapat Checklists Memverifikasi Daftar nama seluruh strategi pengomposan di KESAWAN tetap Permanent julian bersamaan yang. Ada beberapa pertimbangan Yang dapat perlengkapan untuk menentukan strategi pengomposan:

  1. Karakteristik Bahan Yang akan dikomposkan.
  2. julian Yang Tersedia untuk pembuatan kompos.
  3. Biaya Yang diperlukan Hasil dan Yang dapat dicapai.
  4. Tingkat kesulitan pembuatan kompos

Secara pengomposan aerobik

Peralatan

Peralatan Yang dibutuhkan KESAWAN Secara pengomposan aerobik terdiri Dari Peralatan untuk penanganan Bahan dan Peralatan perlindungan keselamatan dan Kesehatan BAGI pekerja. Berikut reklasifikasi / Peralatan Yang perlengkapan.

  1. Terowongan Udara (Saluran Udara)
    • Perlengkapan ditempatkan sebagai tumpukan dan saluran Udara
    • Terbuat Dari bambu dan Rangka kayu penguat Dari
    • Dimensi: Panjang 2m, Lebar ¼ – ½ m, Tinggi ½ m
    • Sudut: 45o
    • Dapat dipakai menahan Bahan 2 – 3 ton
  2. Sekop
    • Alat bantu KESAWAN pengayakan dan tugas-tugas Lainnya
  3. Garpu / cangkrang
    • perlengkapan untuk membantu proses tumpukan sampah dan pemilahan Bahan pembalikan
  4. Saringan Kontekstual / ayakan
    • Perlengkapan untuk mengayak kompos Yang Sudah ukuran agar-agar diperoleh Yang Matang sesuai
    • Ukuran lubang disesuaikan Saringan Kontekstual kompos ukuran Artikel Baru Yang diinginkan
    • Saringan Kontekstual Bisa berbentuk Papan Teh Saring dimiringkan Yang Putar atau Saringan Kontekstual
  5. Termometer
    • Perlengkapan untuk mengukur SUHU tumpukan
    • Name of PADA ujungnya dipasang tali untuk mengulur Termometer ke tumpukan dan menariknya KESAWAN Name of Dilaporkan Cepat Artikel Baru
    • Sebaiknya perlengkapan Termometer alkohol (raksa udara Bukan) Agar regular tidak mencemari kompos jika Pecah Termometer
  6. Timbangan
    • Perlengkapan untuk mengukur kompos Yang akan dikemas sesuai diinginkan Yang Berat
    • Timbangan jenis dan dapat disesuaikan Artikel Baru kebutuhan penimbangan dan pengemasan
  7. Sepatu boot
    • Oleh perlengkapan pekerja untuk melindungi kesemek selama bekerja agar-agar terhindar Dari Bahan-Bahan berbahaya
  8. Sarung Tangan
    • Oleh perlengkapan untuk melindungi pekerja selama melakukan pemilahan Tangan Bahan dan untuk kegiatan lain memerlukan perlindungan Yang Tangan
  9. Masker
    • Oleh perlengkapan pekerja untuk melindungi pernafasan Dari Debu dan gas Bahan terbang Lainnya

Kompos Bahan Organik dan koreksi medan HEWAN

Juga pengomposan dapat menggunakan alat mesin Yang KESAWAN berfungsi memberi asupan oksigen Serta Bahan membalik Secara praktis. Komposter Rotary Klin berkapasitas 1 ton Bahan sampah mengelola proses membalik Bahan dan cara mengontrol aerasi Artikel Baru mengayuh pedal memutar Serta aerator (exhaust fan). Penggunaan Komposter BioPhoskko disertai aktivator kompos Yang tepat akan meningkatkan kerja jangka pendek Bahan penguraian (dekomposisi) Dibuat Jasad jasad renik menjadi 5 Sampai 7 hari Saja.

Tahapan pengomposan

  1. Pemilahan Sampah
    • PADA Tahap Suami dilakukan pemisahan sampah organik Dari sampah (dan Lapak Barang Barang berbahaya) anorganik. Harus dilakukan Pemilahan Artikel Baru teliti KARENA akan menentukan kelancaran proses dan mutu kompos Yang dihasilkan
  2. Pengecil Ukuran
    • Pengecil ukuran dilakukan untuk memperluas permukaan sampah, sehingga sampah dapat Artikel Baru Mudah dan Cepat didekomposisi menjadi kompos
  3. Penyusunan Tumpukan
    • Bahan organik Yang telah melewati Tahap pemilahan dan pengecil ukuran kemudian disusun menjadi tumpukan.
    • Desain penumpukan Yang Biasa perlengkapan adalah desain memanjang Artikel Baru Dimensi Panjang x Lebar x Tinggi = 2m x 12m x 1,75 m.
    • PADA TIAP tumpukan dapat diberi terowongan bambu (Windrow) Yang berfungsi mengalirkan Udara di KESAWAN tumpukan.
  4. Pembalikan
    • Pembalikan dilakuan untuk membuang panas Yang berlebihan, memasukkan Udara segar ke KESAWAN Bahan tumpukan, meratakan proses pelapukan di terkait masih berlangsung Name of tumpukan, meratakan pemberian udara, Serta Bahan membantu penghancuran menjadi partikel Kecil-Kecil.
  5. Penyiraman
    • Pembalikan dilakukan terhadap Bahan baku dan tumpukan Yang Terlalu Kering (kelembaban Kurang Dari 50%).
    • Secara manual perlu tidaknya penyiraman dapat dilakukan memeras segenggam Artikel Baru Bahan Dari tumpukan Name of KESAWAN.
    • Apabila PADA Saat digenggam kemudian diperas udara regular tidak Keluar, Maka udara tumpukan sampah Harus ditambahkan. sedangkan jika udara at diperas Sudah Keluar, Maka tumpukan Basah Terlalu Dibuat KARENA ITU perlu dilakukan pembalikan.
  6. Pematangan
    • Penghasilan kena pajak pengomposan Berjalan 30 – 40 hari, tumpukan akan semakin menurun SUHU hingga mendekati ruangan SUHU.
    • Saat PADA ITU tumpukan telah lapuk, berwarna coklat tua atau kehitaman. Masuk kompos PADA Tahap pematangan selama 14 hari.
  7. Penyaringan
    • Penyaringan dilakukan untuk memperoleh ukuran partikel kompos sesuai kebutuhan Artikel Baru Serta untuk memisahkan Yang regular tidak dikomposkan Bahan-Bahan Yang dapat lolos Dari proses pemilahan di akhir proses.
    • Bahan Yang Belum terkomposkan dikembalikan ke tumpukan KESAWAN Yang Baru, sedangkan Bahan Yang terkomposkan regular tidak dibuang residu pelanggaran tersebut.
  8. Pengemasan dan Penyimpanan
    • Yang kompos telah disaring dikemas KESAWAN kantung Pemasaran Artikel Baru sesuai kebutuhan.
    • Kompos Yang telah dikemas disimpan KESAWAN gudang terlindung dan aman Yang Dari kemungkinan tumbuhnya jamur dan tercemari Dibuat bibit jamur dan benih gulma dan benih lain Yang diinginkan regular tidak mungkin Yang Dibuat terbawa angin.

Kontrol proses kompos Produksi

  1. Proses pengomposan membutuhkan Baik Hasil agar-agar memperoleh pengendalian yang.
  2. Kondisi ideal proses pengomposan BAGI Berupa keadaan Lingkungan atau habitat Dimana Jasad jasad renik (mikroorganisme) dan dapat berkembang optimal Hidup Artikel Baru Biak.
  3. Jasad jasad renik membutuhkan udara, Udara (O2), dan food Berupa Bahan sampah organik untuk menghasilkan Dari energi dan Tumbuh.

Proses Pengontrolan

Proses Pengontrolan Yang dilakukan terhadap tumpukan sampah adalah Harus:

  1. Monitoring Temperatur Tumpukan
  2. Monitoring Kelembaban
  3. Monitoring Oksigen
  4. Monitoring Kecukupan C / N Ratio
  5. Monitoring Volume

Mutu kompos

  1. Yang kompos kompos adalah BERMUTU Yang telah terdekomposisi Artikel Baru Sempurna Serta regular tidak menimbulkan Efek-Efek ekuitas BAGI merugikan pertumbuhan Tanaman.
  2. Penggunaan kompos Yang Belum Matang akan menyebabkan terjadinya persaingan nutrien ANTARA Tanaman Bahan Artikel Baru mikroorganisme Tanah Tanaman Yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan
  3. Yang Baik kompos memiliki beberapa ciri sebagai berikut:
    • Berwarna coklat tua hingga hitam mirip warna Artikel Baru Tanah,
    • Regular tidak larut udara KESAWAN, Meski sebagian kompos dapat membentuk suspensi,
    • Nisbah C / N sebesar 10 – 20, tergantung Bahan baku dan derajat humifikasinya Dari,
    • Baik berefek jika diaplikasikan PADA Tanah,
    • Suhunya Kurang lebih sama Artikel Baru Lingkungan SUHU, dan
    • Regular tidak berbau.

Literatur

  • Abdurohim, Oim. 2008. Pengaruh kompos Terhadap Ketersediaan Hara Dan Produksi Tanaman caisin PADA Tanah Latosol Dari Gunung Sindur, sebuah skripsi. KESAWAN IPB Pusat Informasi, diunduh 13 Juni 2010.
  • Gaur, DC 1980 Status kini Kompos dan Aspek Pertanian, dalam:. Hesse, PR (ed) Fertilitas Tanah Improvig Melalui Daur Ulang Organik, Teknologi Kompos.. FAO PBB. New Delhi.
  • Dwi Guntoro, Purwono, dan Sarwono. 2003 Pengaruh Pemberian. Kompos Bagase Terhadap Pertumbuhan Dan serapan Hara Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.). KESAWAN Buletin Agronomi, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor.
  • Handayani, Mutia. 2009. Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan kompos Terhadap Pertumbuhan Bibit Salam, sebuah skripsi. KESAWAN IPB Pusat Informasi diunduh 13 Juni 2010.
  • Isroi. 2008. KOMPOS. Makalah. Balai PENELITIAN Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Bogor.
  • Rohendi, E. 2005. Lokakarya Sehari Pengelolaan Sampah Pasar DKI Jakarta, sebuah Prosiding. Bogor, 17 Februari 2005.
  • Toharisman, A. 1991. Dan Potensi Pemanfaatan Limbah Industri Gula Sebagai Sumber Bahan Organik Tanah.



Lebaran… Oooo.. Lebaran…

2010
09.27

Lebaran tahun ini saya tidak mudik. Jadi menurut saya lebaran tahun ini tidak ada yang istimewa. Saya tidak mempunyai cerita yang menarik mengenai lebaran tahun ini. Semua berjalan biasa saja, mulai dari malam takbiran sampai lebaran tiba.

Seperti biasa, setiap malam takbiran saya hanya bersama ibu dan saudara-saudara saya. Ayah saya seorang TNI-AD yang mulai dari H-3 sampai H+3 bertugas menjaga keamanan kota atau kita sering menyebutnya dengan “Operasi Ketupat”. Saya mengerti betapa pentingnya tugas ayah saya tersebut, oleh karena itu saya dan adik-adik saya tidak pernah menuntut untuk bermalam takbir bersama ayah saya.

Pada malam takbir saya bersama kakak saya membantu ibu saya memasak. Kami memasak masakan khas lebaran seperti opor ayam, gepuk sapi, dan sambal goreng kentang. Setelah itu kami melihat pesta kembang api di depan rumah. Warga sekitar menyalakan kembang api dan petasan, saking meriahnya saya sempat berpikir ‘sebenarnya ini malam lebaran atau malam tahun baru?’.

Azan subuhpun bekumandang, kami sekeluarga bersiap untuk sholat Ied. Karena adik saya masih balita, suasana rumah jadi ‘rariweuh’. Adik saya belum biasa merasakan suasana seperti ini, diapun menangis dan membuat kami semua panik. Karena tidak ada ayah saya, kami sekeluarga tidak tahu harus sholat Ied dimana. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya sholat Ied akan dilaksanakan dimana. Di daerah saya biasanya tiap tahun pelaksanaan sholat Ied dilaksanakan di tempat yang berbeda, ada sistem rolling antara lapangan yang ada di YON ARMED 10 atau di lapangan Perhubungan. Kamipun hanya mengikuti warga akan sholat dimana.

Selesai sholat kamipun pulang ke rumah dan menyiapkan makanan untuk makan bersama sambil menunggu ayah saya pulang. Karena ayah saya tidak pulang-pulang kamipun mulai makan tanpa ayah saya. Ayah sayapun pulang setelah kami makan, beliau membawa kepiting un tuk makan siang. Setelah kami semua makan, kamipun bermaaf-maafan, dan menelepon sanak saudara. Di saat inilah, kali pertama saya melihat ayah saya menangis.  Setelah itu, kami berjalan-jalan ke tetangga untuk bemaaf-maafan. Berhubung saya jarang ada di rumah, jadi saya tidak mengenal siapa saja tetangga saya. Jadi, saya manfaatkan ajang ini untuk mengenal tetangga saya. Kalau menurut pepatah, “sambil menyelam minum susu”.

Setelah bermaaf-maafan, kamipun pulang ke rumah untuk beristirahat dan makan siang. Lalu menerima tamu yang berkunjung ke rumah. Malampun tiba dan acara di hari lebaranpun selesai.